Tampilkan postingan dengan label Kids. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kids. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

Pelajaran Mengantri

Seorang guru di Australia pernah berkata:

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.

Inilah jawabannya:

Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”

Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga?

Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral?

Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia. Mari kita ajari generasi muda kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik...
readmore »»  

Rabu, 19 Juni 2013

Sekolah sejatinya adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak

Jadi, sekolah itu tempat bermain ya. Hmm...kembali diingatkan akan makna sekolah oleh status yang saya temukan di FB Ibu Dini.
 ===
Kata sekolah berasal dari Bahasa Latin: skhole, scola, scolae atau skhola yang memiliki arti: waktu luang atau waktu senggang, dimana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatan utama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja. Kegiatan dalam waktu luang itu adalah mempelajari cara berhitung, cara membaca huruf dan mengenal tentang moral (budi pekerti) dan estetika (seni). Untuk mendampingi dalam kegiatan scola anak-anak didampingi oleh orang ahli dan mengerti tentang psikologi anak, sehingga memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak untuk menciptakan sendiri dunianya melalui berbagai pelajaran di atas.

Saat ini, kata sekolah berubah arti menjadi: merupakan bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran.Sekolah dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah. Kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah.Jumlah wakil kepala sekolah di setiap sekolah berbeda, tergantung dengan kebutuhannya. Bangunan sekolah disusun meninggi untuk memanfaatkan tanah yang tersedia dan dapat diisi dengan fasilitas yang lain. (wikipedia.org)

#Catet: sekolah sejatinya adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak... waktu utama anak-anak adalah.... BERMAIN ;)
readmore »»  

Kamis, 13 Juni 2013

Ajari Anak Untuk Menjadi Bahagia


Jangan mengajari anak untuk menjadi kaya, tetapi ajarilah untuk menjadi bahagia.
readmore »»  

Minggu, 09 Juni 2013

Nothing will compare

You can buy your children everything in the world, but nothing will compare to the memories you make with them.

Islam For Kids
readmore »»  

Rabu, 22 Mei 2013

Before I go to sleep

Dear Mommy, don't you cry now and Daddy don't you weep.
I want to whisper in your ear before I go to sleep.
I know that when I came here I seemed perfect in every way.
and you were so proud Daddy when you held me on that day.
And Mommy when you kissed me and wrapped me up so tight,
I felt as if I belonged here, and everything was right.

When things got really scary and I began to slip away
I saw your face dear Mommy as you knelt by me to pray.
And Daddy, I always notice when you wipe away a tear,
or watch the other little boys as they run and laugh and cheer.
I may not be able to tell you how much I love you so,
or even show you how I feel and what I really know.

But when you hold me Mommy at night when all is still
I hear your dear heart beating and I know that all is well.
And Daddy when you take me to the park to run and play
I know that you still love though the words I cannot say.
So Daddy don't you cry now and Mommy don't you weep,
I want to tell you something before I go to sleep.

I may be sort of different, and you may not understand.
I know that I am not that child that you and Daddy planned.
But I love you both so very much and I know you love me too
and one day when this life is done you will feel my love for you.
I know the future is unknown and you will always have to be
the ones that love and listen and take good care of me.

The road we walk is rough sometimes and you cry a lot of tears,
but one day we will turn and laugh as we look back o'er the years.
So Mommy don't you cry now, and Daddy please don't weep...
I want to say,
I LOVE YOU!
before I go to sleep.

~ Sally Meyer
 
Source: Islam For Kids
readmore »»  

Kamis, 16 Mei 2013

The best teachers are those who show you where to look, but don't tell you what to see


The best teachers are those who show you where to look, but don't tell you what to see.
readmore »»  

Jumat, 10 Mei 2013

Seven Wonders of the World

Some students were asked to list what they thought were the present “Seven Wonders of the World.” Though there were some disagreements, the following received the most votes:
1. Egypt’s Great Pyramids

2. Taj Mahal

3. Grand Canyon

4. Panama Canal

5. Empire State Building

6. St. Peter’s Basilica

7. China’s Great Wall

While gathering the votes, the teacher noted that one student had not finished her paper yet. So she asked the girl if she was having trouble with her list. The girl replied, “Yes, a little. I couldn’t quite make up my mind because there were so many.”

The teacher said, “Well, tell us what you have, and maybe we can help.” The girl hesitated, then read, “I think the ‘Seven Wonders of the World’ are:

1. To See

2. To Hear

3. To Touch

4. To Taste

5. To Feel

6. To Laugh

7. And to Love.”

The room was so quiet you could have heard a pin drop. The things we overlook as simple and ordinary and that we take for granted are truly wondrous!

Source: Islam For Kids
readmore »»  

Senin, 06 Mei 2013

Pergilah Melihat Dunia, Nak.

Pergilah, Anakku..
Dengarkan gunung-gunung bergema memanggilmu, Nak..
Atau lautan bergelora mengundangmu

Maka berangkatlah..
Biarkan alas kakimu yang paling jauh hanya pergi sekitaran rumah akhirnya menjejak ribuan mil
Biarkan debu perjalanan menempel di seluruh pakaian
Jangan cemas banyak hal
Jangan berpikir terlalu panjang hingga ragu datang
Lihatlah dunia terbentang..

Dengarkan nyanyian lembah-lembah hijau, Nak..
Atau padang stepa, padang sabana luas, hingga debu padang pasir..
Atau menyentuh lembutnya pucuk salju dingin menyenangkan..

Jangan habiskan hidup hanya antara bangunan, jalan setapak, kendaraan, itu-itu saja..
Jangan habiskan pagi, siang, sore, malam di jendela yang sama, menghela nafas seolah lega..
Jangan habiskan hari dengan hanya bermimpi melihat dunia

Berangkatlah.. hidupmu lebih besar dibanding sempitnya kerangkeng pemikiran dan pemahaman
Dengarkan genderang ramai kota-kota besar, Nak..
Atau desa-desa permai dengan penduduk selalu tersenyum walaupun mereka berbeda warna kulit

Maka biarkan semua petualangan itu datang
Jangan sedih jika malam-malam terasa lebih panjang
Jangan takut kehabisan bekal
Jangan takut tidak pernah kembali
Biarkan semua mengalir
Kau akan bertemu teman-teman baru

Berangkatlah, Nak..
Kau akan tumbuh layaknya seorang petualang
Tidak mengeluh saat hujan turun
Tidak cemas walau semua serba terlambat
Tidak panik meski semua berantakan
Tidak dikendalikan waktu apalagi oleh manusia lain
Kau akan tumbuh semakin kuat

Kau akan mengerti banyak hal..

Karena sungguh Nak..
Bapakmu tidak bisa menceritakan lebih baik bagaimana rasanya sendirian duduk di sebuah angkutan, sesak oleh penumpang dengan warna kulit berbeda, duduk rapat, sempit saling menempel bahu, suara kotek ayam, tumpukan karung sayur, kardus-kardus, ramai suara mengobrol dengan bahasa antah-berantah, lirikan anak-anak yang ingin tahu..
Dan kau harus mendirikan sholat jama’ di atas mobil itu karena dua waktu sholat hampir habis, kendaraan tak kunjung berhenti.

Kau akan tahu persis sensasinya saat kau sendiri mengalaminya
Menjadi tontonan satu bus.
Dan itu akan memberikan pemahaman baru

Kau akan mengerti banyak hal..

Pergilah melihat dunia, Anakku

*Tere Liye
readmore »»  

Minggu, 28 April 2013

What have we done to our children?


 Nothing to like, the old days were much better and more peaceful! now as more technology is being innovated, the more our lives are affected, mentally and physically.

Sad to say but so true may Allah swt guild our children and strengthen us to bring them on the right path !!!


readmore »»  

Selasa, 09 April 2013

It's not about money that make us rich, it's about simplicity of having God in our lives.

 

One day, a rich dad took his son on a trip. Wanted to show him how poor someone can be. They spent time on the farm of a poor family. On the way home, dad asked, "Did you see how poor they are? What did you learn?".

Son said, "We have one dog, they have four, we have pool, they have rivers, we have lanterns at night, they have stars, we buy foods, they grow theirs, we have walls to protect us, they have friends, we have encyclopedias, they have Quran." Then they headed, "Thanks dad for showing me how poor we are.."

MORAL LESSON: It's not about money that make us rich, it's about simplicity of having God in our lives.
Don't forget to share. :)


*Sumber: Islam For Kids
readmore »»  

Senin, 18 Maret 2013

How you want to raise your kids?

Salah satu amal jariyah kita (amal yg pahalanya terus mengalir) adalah anak sholih sholihah yg mendoakan kedua orang tuanya. Tinggal bagaimana kita mendidiknya sedari kecil. 


Memilih foto atas atau yang bawah, bukanlah sesuatu yg harus dipilih, yang terpenting mendidik anak tidak hanya saat kecil tapi terus menerus sampai akhir hayat kita. Karena belum tentu juga yang seperti pada foto atas nantinya dapat membawa kita ke surga dan belum tentu juga yang bawah akan menyensarakan kita. Semoga semua orang tua di dunia dapat memberikan amalan dan pendidikan yang baik yang tidak hanya saat merka masih kecil tapi sampai orang tua menghembuskan nafas terakhirnya. 
آمِيّنْ..آمِيّنْ...آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن 
readmore »»