Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Desember 2013

Suami yang Ber-fathah

Suami yang Ber-fathah
By: Nandang Burhanudin
****

Fathah bukan sembarang simbol. Bentuknya gagah selalu menonjol. Berada di atas jauh dari kata konyol. Rendah hati, siap berbakti, walau kondisi jebol.

Fathah bagi wanita adalah pembuka hati. Ibarat pintu yang diketuk, maka fathah adalah jaminan hati siapapun akan takluk. Fathah meyakinkan bahwa suatu hari nanti, akan datang orang yang menjaga hati dan kehormatan; menjaga air mata agar tak lagi bercucuran. Orang yang membuktikan seluruh impian.

Suami berfathah adalah suami yang rela mengorbankan senyumannya. Ia cukup bahagia saat senyuman itu tersungging di wajah istrinya. Suami berfathah selalu memberi keyakinan, bahwa sang istri tak salah menerima ketukan. Suami berfathah menjadi bukti, bahwa tak semua ketukan itu menyakitkan.

Berbahagialah, jika anda para istri berjodoh dengan suami berfathah. Karakternya cenderung kaku dan tak pandai melontar rayuan. Tak ada untaian kata cinta, atau taburan bunga, atau hiasan romantika. Hikmahnya, ia tak begitu pandai menaklukkan banyak hati kaum Hawa. Ia sudah merasa bangga dengan satu istri yang menjadi pasangan. Ia akan menjadikan istrinya wanita di atas cahaya seluruh wanita di dunia.

Namun, acap banyak istri yang tak pandai bersikap. Suami berfathah dibiarkan menyendiri, laksana malam tanpa cahaya bulan. Ibarat tanaman yang jarang disiram. Ibarat kumbang yang tak pernah diundang. Akhirnya suami berfathah merasa terasing dalam rindu yang tak bertuan.

Sepatutnya istri tak pelit menebar asmara. Mendekat akrab dan tak membiarkan suami berfathah larut dalam galau nestapa. Jangan biarkan ada celah suami berfathah untuk mengetuk pintu hati yang lain. Sekali dinashobkan, ia akan tegar dan teguh pada pilihan.

Oleh karena itu, model suami berfathah tak senang bila mendengar duka saat berada di pantai Kuta. Ia tak bahagia saat ada suara "ocehan" yang mengalahkan gelegar ombak di tengah malam. Ia pun terusik saat senyuman tak lagi tersungging. Fathah yang demikian istiqomah, bisa goyah hanya karena resah yang tak berkeluh.
readmore »»  

Senin, 19 Agustus 2013

PERAIH NOBEL DARI YAMAN DAN KOMENTARNYA TENTANG HIJAB

 

 Saat ditanya tentang Hijabnya oleh wartawan, apakah hal itu sesuai dengan tingkat intelektual dan pendidikannya, ia menjawab:

“Manusia di jaman purba berpenampilan hampir telanjang, dan ketika intelektual berkembang, ia mulai menggunakan pakaian. Bagaimana saya saat ini, dan apa yang saya pakai merupakan tingkat tertinggi pemikiran dan peradaban yang sudah dicapai manusia, dan bukan kemunduran. Membuka busana adalah kemunduran yang akan membawa kita ke masa lampau!”

Peraih Nobel dari Yaman, Tawakul Karman

readmore »»  

Selasa, 02 Juli 2013

Fenomena Jilbab Gaul


Miris ngeliat fenomena jilbab mode. Semakin lama semakin tipis, ketat, dan pendek, bentuknya pun aneh-aneh.

Tapi lebih miris lagi ngeliat fenomena hujatan para 'aktivis' kepada mereka yang berjilbab 'aneh'. Dibilang gak syar'i lah, percuma lah, bahkan diancem masuk neraka. Widih!

Ane punya temen, sejak SD sampe SMA dia nggak pake jilbab. Tapi waktu masuk kuliah Alhamdulillah dia mau pake Jilbab. Walaupun masih sebatas kerudung tipis, dan masih pake celana jeans. Tapi ini kemajuan besar, soalnya ibunya aja nggak pake jilbab (ane tau soalnya tetanggaan).

Jadi gan, orang2 kaya gitu baiknya itu diapresiasi, dihargai, dan terus didukung untuk istiqomah berhijab. Sambil sedikit demi sedikit kita arahkan tata cara berhijab yang bener tuh kaya gimana.

Lah kalo mereka malah dihujat gitu, apa nggak kasian? Kita bahkan nggak tau kan pengorbanan dia transisi dari nggak berjilbab jadi pake jilbab. Ada yang sampe berantem sama orangtua, atau dikatain temen2nya, atau gejolak hati yang lain. Resikonya dia malah bisa balik lepas jilbab. Kalo udah gini, kita malah yang dosa. Nah loh!

Jadi, jangan samakan cara bicara kepada orang berilmu dengan yang belum paham. Dakwah itu mengajak, bukan menghujat. Dan sampaikanlah ajakan itu dengan cara yang baik. Masalah hidayah, itu urusan Allah. Oke sob, disini kita sama-sama belajar ya. #Ikhwah Gaul  

Saya copas nih comment2 nya ya:
  • Dakwah kadang tak perlu kata",jadilah saja contoh atau role mode
  • Dakwah itu mengajak, bukan menghujat. Dan sampaikanlah ajakan itu dengan cara yang
    baik. Masalah hidayah, itu urusan Allah.
  • Dakwah itu penghibur .
    dakwah itu pemberitahuan.
    dakwah itu peringatan.
    dakwah itu ancaman.
    jgn dgn alasan ajakan, menjadi lemah mengatakan kebenaran.
    jgn dgn alasan menghujat ,jadi takut berkata benar.
    mari belajar hal yg memang benar.
  •  berdasarkan pengalaman beberapa teman dan saya sendiri, bukan jga maksudnya menghujat yang sudah berilmu tapi saya sangat setuju jika kita bisa saling menghargai, terkadang cara pandang jilbabers besar/akhwat (tidak semua,tapi saya pernah menemui yang seperti ini beberapa kali) itu terhadap yang berkerudung tipis/pendek jelek dan seakan merendahkan dan sinis. semoga menjadi perbaikan ke diri masing-masing dan kita selalu bisa saling mendukung juga memahami
  •  Sebenarnya maksud para penghujat itu ada baiknya, yaitu agar muslimah itu bisa segera sadar bahwa caranya berjilbab masih belum benar. Tapi cara yang dilakukan penghujat itu buruk, jadi maksud baik namun jika dilakukan dengan cara yang buruk, maka pasti hasilnya jadi buruk juga. Layaknya matematika, positif dikalikan negatif sama dengan negatif.
  •  Dan semoga tidak ada lagi yg jilbabnya abal-abal atau yang labil.
    Yang hari ini panjang, besoknya pendek.
    Sungguh nikmat hidayah dari Allah begitu menjadi kebutuhan setiap manusia.
    Jika hidayah sudah didepan Mata, ambil secepatnya pegang dengan kuat agar hidayah itu tidak berlalu dan terlepas begitu saja.
  •   ada waktu untuk jadi role model, ada waktu juga untuk bertutur kata / mengajak dengan baik pula..
  •  Sepakat.. Daripada menghujat lebih baik menyumbang, kasih jilbab yang syar'i..
  •  klo namanya ga syar'i ya ga syar'i. tapi tetap di apresiasi, dari pada ga pake sama sekali.


readmore »»  

Kamis, 20 Juni 2013

Kisah Nyata Polwan Inggris Jatuh Cinta Pada Islam dan Berjilbab

Dilansir dari The New Stribe, setiap hari sekitar 13 orang Inggris masuk Islam dan sebagian di antaranya adalah warga berkulit putih. 75 % di antaranya adalah wanita.
Membuat keputusan untuk memilih agama yang kita yakini memang tidak mudah. Namun bagi wanita yang bekerja sebagai polisi, Jayne Kemp, berhasil melakukannya dengan sungguh-sungguh dan nampaknya ia sangat menikmati hal tersebut.

Wanita berusia 28 tahun ini jatuh cinta pada Islam dan mulai menggunakan jilbab, bahkan ketika ia bekerja. Jayne menjadi begitu penasaran dengan agama Islam sejak ia menolong seseorang. Ia kini juga berencana untuk mengubah namanya menjadi Aminah.

Jayne bertugas dengan menggunakan hijab dan kadang mengambil waktu ekstra agar pada hari Jumat ia bisa libur dan menghadiri Sholat Jumat di masjid, dilansir dari The Sun. Keputusannya ini ia terapkan sejak April 2012 lalu.

"Kupikir Islam mengharuskan setiap wanita untuk memasak di dapur, namun aku belajar kesederhanaan, kesabaran dan sikap saling menghormati pada orang lain," kata Jayne. "Aku bukan mencari agama yang tepat saat ini saja. Kurasa aku jatuh cinta dengan Islam."

Keputusan Jayne ini adalah kehendak pribadi. Oleh karena itu, ia kini memiliki keyakinan yang berbeda dari anak-anaknya dan suaminya. Namun hal itu tak menjadi masalah. Biasanya anak-anak ini akan merayakan Natal bersama sang ayah dan Jayne akan membuat masakannya sendiri agar lebih halal.

"Keluargaku umumnya saling mendukung. Aku bahagia bila mereka bahagia. Kata saudara perempuanku, aku terlihat sangat bahagia saat ini." ujarnya.

Salah satu yang membuat Jayne makin yakin untuk menjadi muslimah adalah saat ia ngobrol dengan muslim lainnya di Twitter. Muhammad Manzoor yang menjadi pengurus masjid lokal di sana membantunya untuk berubah seperti sekarang. Meski pada awalnya ia sempat takut kalau para koleganya akan mencibir dengan perubahan hidupnya yang sangat drastis dan dramatis.

Banyak orang yang meyakini bahwa langkah tersulit dalam kehidupan adalah langkah pertama. Namun, kita tak akan tahu apa yang mungkin terjadi bila tidak melangkahkan kaki kita. Jayne memang awalnya ragu menjadi muslimah. Namun setelah belajar banyak dan memantapkan hati, ia memberanikan diri untuk masuk Islam dan berjilbab.

Jayne bahkan mengikuti aturan sholat, berpakaian dan makan yang benar dalam Islam. Beruntungnya Jayne memiliki keluarga yang saling mendukung sekalipun memiliki perbedaan. Semoga Jayne bisa semakin memantapkan jalan hidupnya kini.

Orang yang notabenenya adalah negara dengan jumlah populasi negara non islam paling mayoritaspun bisa mendapatkan hidayah dan dukungan dari keluarga , serta bisa merubah penampilan menjadi muslimah, kenapa anda-anda yang muslim tidak ingin menggunakan hijab? Ayo para muslimah,  , bulatkan tekat dan lakukan segera. Semoga Allah SWT memberikan manfaat dan barokah untuk anda semua. Aamiin. #Nuhijab


readmore »»  

Selasa, 18 Juni 2013

Kapolri Akhirnya Restui Polwan Berjilbab


JAKARTA - Kepolisian akhirnya memastikan diri akan melegalkan penggunaan jilbab bagi anggotanya di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut langsung dituturkan oleh orang nomor satu di tubuh Korps Tri Bata Kapolri Jenderal Timur Pradopo.
Timur bahkan berujar sebetulnya dia sangat senang dengan permintaan sejumlah keinginan polwan berjilbab yang kini mengemuka. Dia berkata, permintaan tersebut sudah dengan senang hati Polri terima dan pertimbangkan.
"Saya justru berterima kasih kepada publik. Karena Polri diperhatikan bahkan sampai ke penggunaan pakaian," ujar Timur di Gedung DPR Jakarta Selatan Selasa (18/7).
Timur mengatakan, dalam waktu dekat segala tuntutan mengenai jilbab akan segera masuk ke dalam agenda diskusi internal Polri. Dia berujar, aturan mengenai jilbab ini amat perlu dikonsepkan dengan tepat. Sehingga nantinya aturan ini tidak menimbukan polemik baru di kemudian hari.
"Aturan pakaian polisi kan bukan jilbab saja. Pakaian dinasnya seperti apa harus kami sesuaikan dulu," ujarnya.
Ketika ditanya kapan peraturan baru terkait seragam ini akan ditelurkan, Kapolri berujar sesegara mungkin hal itu akan terwujud. Hanya saja, kata dia, satu komponen utama yang masih harus dilengkapi sebagai bahan pertimbangan dia dalam menentukan aturan baru.
"Kami masih perlu bicara lebih dalam dengan sejumlah tokoh masyarakat. Tentu kami memerlukan saran yang membangun demi aturan yang tepat. Intinya saya sangat merespons baik permintaan ini (polwan berjilbab)," ujar jenderal bintang empat ini.[ROL/im] 
 
readmore »»  

Minggu, 16 Juni 2013

Komisioner Komnas HAM: Larang Jilbab Polri Langgar UUD 45

Negara lain yang muslimnya minoritas saja mengijinkan polisi wanitanya berjilbab, negeri yang mayoritas muslim ini malah melarangnya. Aneh.


JAKARTA (voa-islam.com) - Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani mengungkapkan seharusnya tidak perlu ada larangan jilbab bagi Polwan dalam korps Polri. Sebab hal itu merupakan bentuk keberagaman.

“Sebetulnya tidak perlu ada pelarangan, itu kan bentuk dari menghormati keberagaman,” kata Siane Indriani saat dihubungi voa-islam.com, Jum’at (14/6/2013).

Siane menegaskan bahwa Polri yang melarang Polwan berjilbab telah melanggar UUD 45 yang telah mengatur seseorang untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.

“Iya, seharusnya itu diakomodir karena bagaimanapun juga akses-akses ke arah sana dibuka. Sekarang ini kan banyak perempuan yang ikut dalam kepolisian, militer dan lain-lain. Jadi kalau ada wanita yang ingin mengikuti ajaran agamanya lebih konsisten harusnya diakomodir,” jelasnya.

Ia menambahkan pelarangan jilbab bagi Polwan di tubuh Polri merupakan bentuk diskriminasi. “Kalau harus disuruh melepaskan jilbab itu kan juga merupakan bentuk diskriminatif,” ujarnya. [Ahmed Widad]
readmore »»  

Kamis, 13 Juni 2013

Dalam Islam, Wanita Boleh Saja Bekerja, Tapi Yang Utama Adalah Kewajibannya Sebagai Ibu Di Rumah

Untuk semua wanita, ini pengingat yang bagus agar TIDAK MENGABAIKAN KEWAJIBANNYA SEBAGAI SEORANG IBU.
Ingat, POSISI DAN PERHATIAN SEORANG IBU DALAM DUNIA ANAK ITU TAK TERGANTIKAN. TAK TERBELI SEBANYAK APAPUN HARTA.
Jangan sampai lupa diri bekerja dan berkerjaaaa terus demi karir dan materi, sehingga anak-anak diserahkan dalam asuhan orang lain. Walaupun pada orang tua atau keluarga sendiri, tetap ibu adalah yang utama menjaga dan mengurus anak-anaknya. Jangan mengandung dan melahirkan anak kalau tidak mau mengurusnya dengan tangan sendiri.
KEBUTUHAN DUNIA tidak akan pernah ada habisnya, sedang kebutuhan kasih sayang, sentuhan, perhatian, dan keberadaan seorang ibu di sisi anak-anaknya ada batasnya. Jika umur sudah usai, maka usai pula tanggung jawab seorang ibu pada anaknya. Jangan sampai nanti di akhirat, Tuhan mempertanyakan tanggung jawab kita.
Anak bukan anak pembantu, bukan anak ayah dan ibu, tapi anak anda sebagai seorang ibu. Kecuali anda seorang janda, atau seorang yang suaminya tidak bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. Maka ada toleransinya. Jika anda wanita muslimah, camkan baik-baik pesan dari Ustad Felix Siauw berikut ini:
1. saya masih ingat beberapa tahun lalu sebelum Muslim | papi sempat menasihati saya perihal "Ibu Rumah Tangga"

2. "lix, selama papimu masih bisa mencukupi keluarga, mamimu tugasnya di rumah" | tegas papi berpendapat soal IRT

3. padahal saat itu isu feminisme sedang santer | wacana wanita karir sedang panas-panasnya | arus genderisme mewabah

4. tapi papi tenang aja lalu menyampaikan | bahwa dia ingin yang terbaik bagi anak-anaknya | dan itu berarti perhatian full dari ibu mereka

5. hidup kala itu tidak mudah, dan akal lebih mudah seandainya mami bekerja | tapi papi sudah mengambil pilihan, dan itulah yang ia jalani

6. karena semua manusia punya pilihan | apa yang didapat dan apa yang dikorbankan | semua selalu tentang pilihan

7. sebelum Muslim pun saya tumbuh dengan memahami | lelaki dan wanita tidaklah sama | mereka punya kelebihan di bidang masing-masing

8. posisi ibu dalam dunia anak itu tidak tergantikan | perhatian seorang ibu pada anaknya takkan terbeli sebanyak apapun harta

9. dan posisi ibu itu tidak bisa diulang kembali | karena umur anak takkan bisa diputar lagi

10. maka ketika memilih calon ibu dari anak-anak kami syaratkan | "maukah engkau menjadi fulltime-mother bagi anak-anak?"

11. "saya nggak mau ketika anak dewasa lalu bermaksiat, kita menyesal 'mengapa dulu tidak habiskan lebih banyak waktu bersamanya?!'"

12. itu pemahaman sebelum Muslim | saat sudah mengenal Islam | kami memahami betul Islam paling memuliakan wanita

13. feminisme menjadikan materi sebagai standar sukses | wajar bila mereka merasa dunia tidak adil | karena materi jadi penanda sukses

14. feminisme menganggap waniat modern harus lebih mirip lelaki | bahwa bila wanita tidak bekerja maka wanita akan direndahkan

15. feminisme sukses mendidik wanita melihat kesuksesan sebagai | punya penghasilan tinggi, gelar seabrek, mobil mewah, buka aurat dll

16. wajar hasilnya di negara-negara asal feminisme | wanita jadi lebih malas berkeluarga apalagi memiliki anak | kerja lebih asyik

17. menurut pandangan feminis | IRT itu perendahan martabat perempuan, tidak modern, perbudakan terhadap wanita

18. wajar di negara-negara yang vokal feminisme | perceraian pun memuncak | karena tidak ada satu pemimpin dalam keluarga

19. US misalnya yang jadi kampiun feminisme | angka perceraian mencapai 50% per 2012 sila rujuk http://t.co/OUvEkdUY8L

20. "nearly 80% cited financial problems as the leading cause of the marital demise" (Carr, 2003, p.10) | http://t.co/zQFsyYQuqe

21. feminisme mangaburkan fungsi ayah dan ibu dalam rumah tangga | hanya semata-mata demi mendapat lebih banyak materi

22. akhirnya meningkatlah angka single parents http://t.co/k9eNybXtq7 | dan jelas broken home http://t.co/yUvU499gT9 http://t.co/qAjjFfHBQJ

23. banyak juga studi-studi yang menperingatkan | sangat sulit untuk memadukan ibu dan karir sekaligus | http://t.co/mu5t6N2u3m

24. sebagai tambahan, US yang melahirkan gerakan feminisme saja | sudah banyak bermunculan gerakan anti-feminisme sebagai gantinya

25. di US, sudah banyak wanita sadar bahwa feminisme mengorbankan keluarga | mereka ingin kembali menjalankan peran ibu rumah tangga

26. karena seberapa banyak waktu pun yang didedikasikan untuk mendidik anak | tiada pernah akan ada waktu yang cukup untuknya

27. "saya ibu sekaligus karyawan, anak saya baik-baik saja" | di-sambi aja sudah baik, apalagi bila fulltime-mother? tentu sangat baik :D

28. lalu pertanyaan prinsipil | "apakah Islam melarang wanita bekerja?" | "apakah wanita tidak boleh berpendidikan tinggi?"

29. dalam Islam hukum wanita bekerja itu mubah (boleh) | sedangkan menjadi "ibu dan pengelola rumah tangga" itu kewajiban

30. jadi sah-sah saja wanita memilih bekerja | namun beres juga kewajibannya | tentu bila dia lebih memilih yang wajib, itu yang utama

31. hidup memang perkara pilihan | dan Islam memerintahkan untuk memaksimalkan waktu ibu untuk anak-anaknya | urusan uang biar ayahnya


32. bagaimana dengan wanita yang ditinggal suami apapun alasannya | maka bekerja menafkahi anak tentu amal pahala besar baginya :)

33. maka karir terbaik wanita | adalah menjadi ibu sepenuhnya

34. tentang pendidikan? | tidak bosan-bosan saya sampaikan | bahwa seorang ibu HARUS terdidik sempurna, tinggi dan luasnya

35. bahkan wanita Muslimah WAJIB lebih terdidik daripada lelaki | karena ialah madrasatul ula (pendidikan pertama dan utama) anak-anaknya

36. maka jangan tanya "untuk apa pendidikan tinggi bila hanya jadi IRT?" | jadi IRT justru perlu pendidikan tinggi

37. karena di tangan kaum ibu generasi Muslim berada | bukan di tangan ayah generasi Muslim dibentuk

38. banyak wanita yang sebetulnya bisa menggapai dunia lebih dari lelaki | tapi mereka mengorbankan segalanya demi anaknya | MULIA

39. dari ibunda MULIA semisal itulah | menjadilah Imam Syafi'i, Imam Malik bin Anas, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad

40. rata-rata ulama besar menghabiskan masa kecil dalam yatim | ibu merekalah yang mendidik dan mendaras Al-Qur'an setiap waktu

41. sembah sujud kami pada Allah yang selalu menjaga dunia dengan para ibunda MULIA | yang mau mengorbankan semua buat kami anak-anaknya

42. hormat khidmat kami padamu wahai ibu | yang gadaikan semua waktu tanpa sesal dan keluh | membina kami jadi yang terbaik dalam agama

43. pada para bunda MULIA doa kami | "Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya, sebagaimana keduanya TELAH MENDIDIK AKU WAKTU KECIL" (QS 17:24)

44. kembali lagi semua masalah pilihan | part-time mother or full-time mother? | you decide :D
readmore »»  

Senin, 10 Juni 2013

Keinginan Terbesar Seorang Wanita

Keinginan terbesar bagi setiap wanita adalah menjadi seorang isteri yang baik bagi suaminya.
Yang pada akhirnya akan membawanya menjadi seorang ibu dari anak-anaknya.

Itulah salah satu alasan bagi setiap wanita mengapa ia begitu merindukan apa yang disebutnya sebagai pernikahan.

Merindukan seorang lelaki yang benar-benar punya komitmen yang jelas untuk menjadi imamnya.

Ia sama sekali tidak merindukan seseorang yang datang hanya untuk memujinya.

Ia sama sekali tidak merindukan seseorang yang datang hanya untuk merayunya.

Ia sama sekali tidak merindukan seseorang yang datang hanya untuk memacarinya.

Dan ia sama sekali tidak merindukan seseorang yang datang hanya untuk mempermainkan hati dan perasaannya.

Akan tetapi...

Ia sangat merindukan sosok seorang pemimpin yang mau menuntunnya menjadi seorang wanita yang bisa membawanya untuk menyempurnakan ibadahnya.

Yang mampu menjadikan dirinya menjadi seorang wanita mulia di hadapan Rabb nya.

Yang mampu menjadikan dirinya menjadi seorang wanita yang mengabdi kepada imamnya.

Karena ia yakin bahwa itulah jalan yang akan membawanya menuju Ridha-NYA.

Aamiin yaa Rabbal'alamin.

readmore »»  

Minggu, 09 Juni 2013

Bersalam Dengan Suami Menggugurkan Dosa





"Perempuan yang bersalam dengan suaminya akan gugur 20 dosa sebanyak mana jari dia dan suaminya ada"


Sumber: Muslim Trendy
readmore »»  

Kamis, 16 Mei 2013

Hi para muslimah, baca ini! :D

"muka kamu tuh nggak cocok pake hijab" | yang membentuk wajahku ini Allah dear, dan Dia paling tau cocok nggaknya

"ah paling nanti juga dibuka lagi hijabnya" | kok malah doain jelek sih? doain tuh yang bagus dong, kamu pahala aku juga

"yaudah aku doain kamu istiqamah ya? doain aku nyusul hijab ya?" | naini, kereen, kesadaran itu setengah kebaikan

"berhijab nggak jamin hatimu baik" | iya, tapi hati yang baik selalu mau taat #YukBerhijab

"yang penting hatinya, bukan luarannya" | dan hatimu nggak bisa dilihat, hatimu dilihat dari apa yang diluar #YukBerhijab

"aku belum siap" | justru aku berhijab karena belum siap, belum yakin amalku cukup saat dijemput Izrail yang nggak menunggu siap

"aku takut masih buat melakukan dosa walau udah hijab" | belum tentu kan? nggak hijab malah pasti udah dosa #YukBerhijab

"aku nggak mau munafik dengan hijab" | munafik itu saat mengetahui kebenaran namun enggan mengamalkan

"pacarku nggak suka aku berhijab" | #YukBerhijab | #UdahPutusinAja pacarmu dan suruh dia nguras laut aja

"berhijab itu gerah" | gerah karena taat ada pahala, dan di dalem hati adeem #YukBerhijab

"berhijab susah cari kerja" | apa makna uang bila pada Allah membangkang? bosmu nggak bisa bayar surga

"berhijab susah jodoh" | iya, karena nggak semua lelaki bisa deketin kamu, hanya yang salih istimewa yang mau

"susah kalo hijab harus jaga tingkah laku" | lha, bagus kan malah? pie toh? #YukBerhijab

"hijab syar'i itu kayak teroris" | amaca? Khadijah, Aisyah, Shafia, mereka semua istri dan ibu yang lembut nan pengasih tuh

"tapi aku liat orang hijab maling?" | lebih banyak lagi yang nggak hijab maling, makanya jadilah contoh "hijab dan jujur"

#YukBerhijab Syar'i | taat tanpa nanti | patuh tanpa tapi

"aku sekarang masih hijab gaul gimana?" | kebaikan itu proses, pelan-pelan disederhanain, disempurnakan syar'inya 

readmore »»  

Sabtu, 11 Mei 2013

“Dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu: para wanita yang BERPAKAIAN TAPI TELANJANG, berlenggak lenggok (jalannya), kepala mereka seperti PUNUK UNTA yang miring, wanita seperti ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wanginya.” [HR. Muslim]

readmore »»  

Jumat, 10 Mei 2013

Persalinan Caesarian bukan Darurat

Tanya:
Secara Islam apakah seorang wanita diperbolehkan dilakukan persalinan secara caesar tanpa indikasi, sedangkan persalinan normal bisa dilakukan.

Jawab:
Persalinan secara caesar tidak di perbolehkan kecuali dalam kondisi-kondisi darurat. Dalam kondisi normal melahirkan secara caesar akan menghilangkan berbagai kemanfaatan dan menimbulkan dampak-dampak negatif di kemudian hari. 
Berkata syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah:
"Cara yang digunakan manusia sekarang ini, ketika seorang wanita mengalami kontraksi melahirkan, ia pergi ke rumah sakit, lalu dilakukan kepadanya operasi caesar, aku memandang hal ini termasuk bisikan setan dan bahayanya lebih banyak dari kemanfaatannya. Karena seorang wanita mesti merasakan sakit ketika kontraksi, tetapi ia akan memperoleh darinya berbagai kemanfaatan:

1. Hal itu akan menghapuskan dosa-dosanya.

2. Akan mengangkat derjatnya bila ia sabar dan mengharapkan pahala dari Allah.

3. Ia akan mengerti nilai seorang ibu yang telah mengalami seperti apa yang dialaminya.

4. Ia akan mengerti nilai nikmat Allah yang telah memberikan kepadanya kesehatan.

5. Akan bertambah kasih sayangnya kepada anaknya. Karena bila mendapatkan sesuatu dengan cara yang lebih susah, maka rasa cinta dan kasih kepadanya akan lebih pula.

6. Anak yang dilahirkan bila keluar dari jalan lahir yang memang dipersiapkan untuk itu, maka tentunya akan lebih baik untuknya dan ibunya.

7. Hendaknya ia memikirkan bahaya operasi tersebut. Karena operasi caesar akan mengakibatkan lemahnya selaput rahim dan yang selain itu. Terkadang mengakibatkan koyaknya rahim. Terkadang operasi itu berhasil dan terkadang tidak.

8. Wanita yang biasa melakukan operasi caesar, hampir bisa dipastikan bahwa ia tidak bisa melahirkan secara normal, karena mengandung resiko bekas luka operasinya akan kembali koyak.

9. Akan berdampak mempersedikit keturunan, karena wanita yang sudah melakukan operasi caesar sebanyak tiga kali, rahimnya akan lemah sehingga kehamilan berikutnya akan membahayakannya.

10. Cara melahirkan yang seperti ini termasuk keangkuhan yg membawa kepada kebinasaan...(Liqaat babil maftuh, prtanyaan no: 17).

(Ustadz Abdul Mu'thi)
 
Source: here
readmore »»  

Selasa, 07 Mei 2013

Sudah Syar'i kah jilbabmu wahai Muslimah?




Sudah sesuai tuntunan syariat kah jilbabmu, wahai para Muslimah?



---ooo000ooo---

Cara Memakai Jilbab Dengan Benar. Jilbab biasanya hanya di identikkan dengan penutup kepala saja, padahal aurat wanita yang tidak boleh tampak di muka publik hanyalah telapak tangan dan muka saja (hadis). Jadi jilbab itu bukan hanya sebatas kerudung yang menutupi bagian kepala dan rambut saja. Dan yang pasti jilbab itu adalah identitas seorang muslimah. Dimana dengan menerapkan cara memakai jilbab dengan benar maka dia akan mudah dikenali kemuslimahannya dan tidak akan diganggu.

Bagaimana Cara Memakai Jilbab Yang Benar?

Menurut keterangan diatas yang hanya memperbolehkan telapak tangan dan muka saja yang tampak di muka publik maka Jilbab yang baik adalah jilbab yang sesuai dengan keterangan diatas (sesuai tuntunan Islam), bukan hanya memakainya sesuai dengan mode atau trend yang berlaku di masyarakat. Lha terus apa syarat-syarat cara memakai jilbab yang baik? Nah, ini dia 5 syarat cara memakai jilbab yang benar :
  1. Menutupi aurat / Menutupi seluruh anggota badan.
  2. Jilbab lebar dan menutup dada
  3. Jilbab longgar tidak menampakkan bentuk tubuh
  4. Tidak tembus pandang
  5. Tidak memakai riasan/make up tebal
Tambahan: 
  1. Jilbab itu sendiri pada dasarnya bukan perhiasan.
  2. Tebal dan tidak tipis/transparan.
  3. Longgar tidak sempit/ketat.
  4. Tidak memakai wangi-wangian.
  5. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
  6. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.
  7. Tidak bermaksud memamerkan kepada orang.
    Jilbab yang diwajibkan dipakai untuk muslimah itu sendiri bukanlah jenis jilbab atau kerudung gaul seperti fenomena yang sering kita lihat sekarang-sekarang ini. Kerudung yang digunakan haruslah syar’i dan sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya, baik itu dalam Al Qur’an ataupun hadits. itulah cara memakai jilbab yang benar dengan mengikuti tuntunan islam. Mungkin sebagian wanita memakai jilbab hanya ikut trend agar kelihatan menarik dan tidak ketinggalan saja tapi cara memakai jilbab mereka kurang benar menurut islam. Tidak masalah dengan itu, tapi hal itu harus segera diluruskan niatnya dan cara memakai jilbabnya harus segera dibenarkan menurut syari’at Islam. 
    cara memakai jilbab

    Cara Memakai Jilbab Menurut Tuntunan Islam
    Apa hukumnya mengenakan Jilbab? hukumnya adalah wajib, sesuai dengan ayat :
    “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).
    Dan juga ayat ini :
    Artinya “Hai Nabi,katakanlah kepada istri-istrimu,anak-anak perempuanmu,dan istri-istri kaum mukmin:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah di kenal,karena itu mereka tidak diganggu.Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “(Al-Ahzab:59)
    Nah, itu tadi adalah hal-hal yang harus diperhatikan tentang cara memakai jilbab dengan benar, semoga bermanfaat. SUMBER : Klipintar: 5 Hal Wajib Cara Memakai Jilbab

    Jilbab bukan pengganti rambutmu. Baca di sana ya teman-teman --> Busana Muslimah Yang Syar'i

    Tambahan Artikel dari blog Pendengar Hati Nurani
    ===================================
    Di antara tujuan jilbab adalah melindungi diri dari godaan lelaki dan menghindar dari fitnah, namun jilbab gaul/modis justru malah menarik perhatian kaum lelaki. Bagaimana mungkin jilbab justru menarik perhatian kaum lelaki? Hal ini disebabkan antara lain:

    jilbab itu bukan hanya sekedar untuk aksesoris gayamu saja. "Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya" dalam surat An Nur ayat 31 itu adalah perintah Allah azza wajalla. Jilbab itu bukan bukan hanya sekedar masalah kesiapan, jilbab itu masalah KETAATAN. Jilbab gaul berwarna warni, dihiasi berbagai macam motif, dan modelnya dibuat sedemikian rupa sehingga menarik perhatian. Syaikh al Albani menegaskan, “Tujuan disyari’atkannya memakai jilbab adalah untuk menutup perhiasan wanita, maka tidak masuk akal jika seorang wanita muslim memakai jilbab yang penuh motif & hiasan”. (Jilbab Mar’ah Muslimah: 120)

    Oleh karenanya, Allah berfirman,”Dan janganlah menampakkan perhiasannya” (QS.An Nur: 31). Keumuman ayat ini menunjukkan bahwa hiasan yang tidak boleh ditampakkan adalah mencakup pakaian itu sendiri jika dipenuhi oleh hiasan yang menarik perhatian kaum lelaki.

    Jilbab Gaul atau “jilbab modis” yang banyak dipakai oleh wanita muslimah di jaman ini, yang dihiasi dengan renda-renda, bordiran, hiasan-hiasan dan warna-warna yang jelas sangat menarik perhatian dan justru menjadikan jilbab yang dikenakannya sebagai perhiasan baginya merupakan salah satu bentuk tabarruj dan sebaiknya diusahakan untuk dihindari dan berganti dengan busana yang lebih sesuai syariat.

    Syarat Pakaian Wanita yang Harus Diperhatikan

    Pakaian wanita yang benar dan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya memiliki syarat-syarat. Jadi belum tentu setiap pakaian yang dikatakan sebagai pakaian muslimah atau dijual di toko muslimah dapat kita sebut sebagai pakaian yang syar’i. Semua pakaian tadi harus kita kembalikan pada syarat-syarat pakaian muslimah.

    Para ulama telah menyebutkan syarat-syarat ini dan ini semua tidak menunjukkan bahwa pakaian yang memenuhi syarat seperti ini adalah pakaian golongan atau aliran tertentu. Tidak sama sekali. Semua syarat pakaian wanita ini adalah syarat yang berasal dari Al Qur’an dan hadits yang shohih, bukan pemahaman golongan atau aliran tertentu. Kami mohon jangan disalah pahami.

    Ulama yang merinci syarat ini dan sangat bagus penjelasannya adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah –ulama pakar hadits abad ini-. Lalu ada ulama yang melengkapi syarat yang beliau sampaikan yaitu Syaikh Amru Abdul Mun’im hafizhohullah. Ingat sekali lagi, syarat yang para ulama sebutkan bukan mereka karang-karang sendiri. Namun semua yang mereka sampaikan berdasarkan Al Qur’an dan hadits yang shohih.

    Syarat pertama: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki.

    Syarat kedua: bukan pakaian untuk berhias seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau disertai gambar makhluk bernyawa, apalagi gambarnya lambang partai politik! Yang terkahir ini bahkan bisa menimbulkan perpecahan di antara kaum muslimin.

    Allah Ta’ala berfirman,

    وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

    “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33). Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang mestinya ditutup karena hal itu dapat menggoda kaum lelaki.

    Ingatlah, bahwa maksud perintah untuk mengenakan jilbab adalah perintah untuk menutupi perhiasan wanita. Dengan demikian, tidak masuk akal bila jilbab yang berfungsi untuk menutup perhiasan wanita malah menjadi pakaian untuk berhias sebagaimana yang sering kita temukan.

    Syarat ketiga: pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh. Pakaian muslimah juga harus longgar dan tidak ketat sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.

    Dalam sebuah hadits shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini.” (HR.Muslim)

    Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis sehingga dapat menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, 125-126)

    Cermatilah, dari sini kita bisa menilai apakah jilbab gaul yang tipis dan ketat yang banyak dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu di sekitar kita dan bahkan para artis itu sesuai syari’at atau tidak.

    Syarat keempat: tidak diberi wewangian atau parfum.

    Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

    “Perempuan mana saja yang memakai wewangian, lalu melewati kaum pria agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah wanita pezina.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih). Lihatlah ancaman yang keras ini!

    Syarat kelima: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.

    Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,

    لَعَنَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - الْمُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ ، وَالْمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ

    “Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.” (HR. Bukhari no. 6834)

    Sungguh meremukkan hati kita, bagaimana kaum wanita masa kini berbondong-bondong merampas sekian banyak jenis pakaian pria. Hampir tidak ada jenis pakaian pria satu pun kecuali wanita bebas-bebas saja memakainya, sehingga terkadang seseorang tak mampu membedakan lagi, mana yang pria dan wanita dikarenakan mengenakan celana panjang.
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

    ”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)

    Betapa sedih hati ini melihat kaum hawa sekarang ini begitu antusias menggandrungi mode-mode busana barat baik melalui majalah, televisi, dan foto-foto tata rias para artis dan bintang film. Laa haula walaa quwwata illa billah.

    Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh).

    Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِى الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا

    “Barangsiapa mengenakan pakaian syuhroh di dunia, niscaya Allah akan mengenakan pakaian kehinaan padanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)

    Pakaian syuhroh di sini bisa bentuknya adalah pakaian yang paling mewah atau pakaian yang paling kere atau kumuh sehingga terlihat sebagai orang yang zuhud. Kadang pula maksud pakaian syuhroh adalah pakaian yang berbeda dengan pakaian yang biasa dipakai di negeri tersebut dan tidak digunakan di zaman itu. Semua pakaian syuhroh seperti ini terlarang.

    Syarat ketujuh: pakaian tersebut terbebas dari salib.

    Dari Diqroh Ummu Abdirrahman bin Udzainah, dia berkata,

    كُنَّا نَطُوفُ بِالْبَيْتِ مَعَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ فَرَأَتْ عَلَى امْرَأَةٍ بُرْداً فِيهِ تَصْلِيبٌ فَقَالَتْ أُمُّ الْمُؤْمِنِينَ اطْرَحِيهِ اطْرَحِيهِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى نَحْوَ هَذَا قَضَبَهُ

    “Dulu kami pernah berthowaf di Ka’bah bersama Ummul Mukminin (Aisyah), lalu beliau melihat wanita yang mengenakan burdah yang terdapat salib. Ummul Mukminin lantas mengatakan, “Lepaskanlah salib tersebut. Lepaskanlah salib tersebut. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat semacam itu, beliau menghilangkannya.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)
    Ibnu Muflih dalam Al Adabusy Syar’iyyah mengatakan, “Salib di pakaian dan lainnya adalah sesuatu yang terlarang. Ibnu Hamdan memaksudkan bahwa hukumnya haram.”

    Syarat kedelapan: pakaian tersebut tidak terdapat gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan).

    Gambar makhluk juga termasuk perhiasan. Jadi, hal ini sudah termasuk dalam larangan bertabaruj sebagaimana yang disebutkan dalam syarat kedua di atas. Ada pula dalil lain yang mendukung hal ini.

    Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahku, lalu di sana ada kain yang tertutup gambar (makhluk bernyawa yang memiliki ruh, pen). Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, beliau langsung merubah warnanya dan menyobeknya. Setelah itu beliau bersabda,

    إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ القِيَامَةِ الذِّيْنَ يُشَبِّهُوْنَ ِبخَلْقِ اللهِ

    ”Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah yang menyerupakan ciptaan Allah.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan ini adalah lafazhnya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, An Nasa’i dan Ahmad)

    Syarat kesembilan: pakaian tersebut berasal dari bahan yang suci dan halal.

    Syarat kesepuluh: pakaian tersebut bukan pakaian kesombongan.

    Syarat kesebelas: pakaian tersebut bukan pakaian pemborosan .

    Syarat keduabelas: bukan pakaian yang mencocoki pakaian ahlu bid’ah. Seperti mengharuskan memakai pakaian hitam ketika mendapat musibah sebagaimana yang dilakukan oleh Syi’ah Rofidhoh pada wanita mereka ketika berada di bulan Muharram. Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa pengharusan seperti ini adalah syi’ar batil yang tidak ada landasannya.

    Inilah penjelasan ringkas mengenai syarat-syarat jilbab. Jika pembaca ingin melihat penjelasan selengkapnya, silakan lihat kitab Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Kitab ini sudah diterjemahkan dengan judul ‘Jilbab Wanita Muslimah’. Juga bisa dilengkapi lagi dengan kitab Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah yang ditulis oleh Syaikh Amru Abdul Mun’im yang melengkapi pembahasan Syaikh Al Albani.

    Terakhir, kami nasehatkan kepada kaum pria untuk memperingatkan istri, anggota keluarga atau saudaranya mengeanai masalah pakaian ini. Sungguh kita selaku kaum pria sering lalai dari hal ini. Semoga ayat ini dapat menjadi nasehatkan bagi kita semua.

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

    “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)

    Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua dalam mematuhi setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.

    Alhamdullillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat.

    Rujukan:
    1. Faidul Qodir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, Al Munawi, Mawqi’ Ya’sub, Asy Syamilah
    2. Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Maktabah Al Islamiyah-Amman, Asy Syamilah
    3. Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Syaikh ‘Amru Abdul Mun’im Salim, Maktabah Al Iman
    4. Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, Ibnul Jauziy, Darun Nasyr/Darul Wathon, Asy Syamilah
    5. Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, An Nawawi, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah

    JILBAB PUNUK UNTA

    cara memakai jilbab yang benar menurut islam jilbab punuk unta


    Beginilah Gambar Perempuan Yang Kepalanya Ibarat Punuk Onta, Yang Disebutkan Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam Dalam Hadits Shahih Riwayat Imam Muslim dan Lainnya Bahwasanya Mereka Tidak Akan Masuk Surga dan Tidak Akan Mencium Bau Wangi Surga, Padahal Bau Wangi Surga Bisa Dicium Dari Jarak Yang Sangat Jauh.. sungguh kasihan jika melihat wanita yang memakai jilbab namun malah salah dan tidak mau untuk membenahi jilbabnya. Mereka ingin berpakaian menurut islam namun islam malah melarangnya. 
    Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda” ( صنفان من أهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ونساء كاسيات عاريات مائلات مميلات رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لايدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وان ريحها لتوجد من مسيرة كذاوكذا ) رواه أحمد ومسلم في الصحيح . 
    “Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya, 
    1. Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim], 
    2. dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”. (HR. Muslim dan yang lain). 
    Penjelasan Hadits Menurut Para Ulama: Imam An Nawawi dalam Syarh-nya atas kitab Shahih Muslim berkata: “Hadis ini merupakan salah satu mukjizat Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Apa yang telah beliau kabarkan kini telah terjadi… 
    Adapun “berpakaian tapi telanjang”, maka ia memiliki beberapa sisi pengertian. 
    • Pertama, artinya adalah mengenakan nikmat-nikmat Allah namun telanjang dari bersyukur kepada-Nya. 
    • Kedua, mengenakan pakaian namun telanjang dari perbuatan baik dan memperhatikan akhirat serta menjaga ketaatan. 
    • Ketiga, yang menyingkap sebagian tubuhnya untuk memperlihatkan keindahannya, mereka itulah wanita yang berpakaian namun telanjang. 
    • Keempat, yang mengenakan pakaian tipis sehingga menampakkan bagian dalamnya, berpakaian namun telanjang dalam satu makna. 
    Sedangkan “maa`ilaatun mumiilaatun”, maka ada yang mengatakan: menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan apa-apa yang seharusnya mereka perbuat, seperti menjaga kemaluan dan sebagainya. 
    “Mumiilaat” artinya mengajarkan perempuan-perempuan yang lain untuk berbuat seperti yang mereka lakukan. 
    Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” itu berlenggak-lenggok ketika berjalan, sambil menggoyang-goyangkan pundak. 
    Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas, yaitu model para pelacur yang telah mereka kenal. 
    “Mumiilaat” yaitu yang menyisirkan rambut perempuan lain dengan gaya itu. Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” maksudnya cenderung kepada laki-laki. 
    “Mumiilaat” yaitu yang menggoda laki-laki dengan perhiasan yang mereka perlihatkan dan sebagainya. 
    Adapun “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur. 
    Al Maaziri berkata: dan mungkin juga maknanya adalah bahwa mereka itu sangat bernafsu untuk melihat laki-laki dan tidak menundukkan pandangan dan kepala mereka. 
    Sedang Al Qoodhiy memilih penafsiran bahwa itu adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas. Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta. Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala.

    Sumber Artikel : http://sicopas.blogspot.com/2012/01/penjelasan-jilbab-atau-hijab-punuk-onta.html .
    Copyright Si Copas - Terimakasih telah berpartisipasi dalam membagikan informasi. 


    Fatwa Syaikhuna Fadlilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rahimahullah: 
    Pertanyaan : السؤال : هل ما تفعله بعض النسوة من جمع شعورهن على شكل كرة في مؤخرة الرأس ، هل يدخل في الوعيد : ” نساء كاسيات عاريات … رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة ….” ؟ Apakah perbuatan yang dilakukan sebagian wanita berupa mengumpulkan rambut menjadi berbentuk bulat (menggelung/menyanggul) di belakang kepala, masuk ke dalam ancaman dalam hadits : نساء كاسيات عاريات … رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة …“…Wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang… kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga…“ ? 
    Jawaban : الجواب : أما جمع المرأة رأسها للشغل ، ثم بعد ذلك ترده ، فهذا لا يضر ، لأنها لا تفعل هذا زينة أو تجملا ، لكن للحاجة ، وأما رفعه وجمعه على سبيل التزين ، فإن كان إلى فوق فهو داخل في النهي ، لقوله صلى الله عليه وسلم : [ رؤوسهن كأسنمة البخت …] ، والسنام يكون فوق. Adapun jika seorang wanita menggelung rambutnya karena ada kesibukan kemudian mengembalikannya setelah selesai, maka ini tidak mengapa, karena ia tidak melakukannya dengan niat berhias, akan tetapi karena adanya hajat/keperluan. Adapun mengangkat dan menggelung rambut untuk tujuan berhias, jika dilakukan ke bagian atas kepala maka ini masuk ke dalam larangan, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam : رؤوسهن كأسنمة البخت …“…kepala-kepala mereka seperti punuk unta…”, dan punuk itu adanya di atas…“ Sumber : “Liqo’ Bab al-Maftuh” kaset no. 161. Fatwa Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah: Pertanyaan : لسائل: ما حكم جمع المرأة لشعرها فوق رَقَبَتِهَا وخلف رأسها بحيث يعطي شكلاً مكوراً مع العلم بأن المرأة حين تتحجب يظهر شكل الشعر من خلف الحجاب ؟. 
    Apa hukum seorang wanita mengumpulkan (menggelung/sanggul) rambutnya di atas lehernya dan di belakang kepalanya yang membentuk benjolan sehingga ketika wanita itu memakai hijab, terlihat bentuk rambutnya dari belakang hijabnya? 
    Jawaban : الشيخ: هذه خطيئة يقع فيها كثير من المتحجبات حيث يجْمَعْن شعورهن خلف رؤوسهن فَيَنْتُؤُ من خلفهن ولو وضعن الحجاب من فوق ذلك، فإن هذا يخالف شرطا من شروط الحجاب التي كنت جمعتها في كتابي حجاب المرأة المسلمة من الكتاب والسنة ومن هذه الشروط ألا يحجم الثوب عضوا أو شيئا من بدن المرأة، فلذلك فلا يجوز للمرأة أن تكور خلف رأسها أو في جانب من رأسها شعر الرأس بحيث أنه يَنْتُؤُ هكذا فيظهر للرأي ولو بدون قَصْدٍ أنها مشعرانية أو أنها خفيفة الشعر يجب أن تسدله ولا تُكَوِمَهُ . Ini adalah kesalahan yang terjadi pada banyak wanita yang memakai jilbab, dimana mereka mengumpulkan rambut-rambut mereka di belakang kepala mereka sehingga menonjol dari belakang kepalanya walaupun mereka memakai jilbab di atasnya. Sesungguhnya hal ini menyelisihi syarat hijab yang telah kukumpulkan dalam kitabku “Hijab al-Mar’ah al-Muslimah minal Kitab was Sunnah”. Dan diantara syarat-syarat tersebut adalah pakaian mereka tidak membentuk bagian tubuh atau sesuatu dari tubuh wanita tersebut, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang wanita menggelung rambutnya dibelakang kepalanya atau disampingnya yang akan menonjol seperti itu, sehingga tampaklah bagi penglihatan orang walaupun tanpa sengaja bahwa itu adalah rambut yang lebat atau pendek. Maka wajib untuk mengurainya dan tidak menumpuknya. Sumber : “Silsilatul Huda wan Nur“.

    Sumber Artikel : http://sicopas.blogspot.com/2012/01/penjelasan-jilbab-atau-hijab-punuk-onta.html .
    Copyright Si Copas - Terimakasih telah berpartisipasi dalam membagikan informasi.
    readmore »»