Allah itu Ada di Mana-mana:
Ini Omongan dari Mana?
Di mana Allah?
Entah karena belum pernah dengar atau kemakan kata-kata "Tuhan itu ada di mana-mana", banyak orang menjawab secara filosofis, tapi memaknai secara pasti: demikianlah adanya.
Allah ada di mana-mana?
Maksudnya: Allah ada di samping Anda, Allah ada pula di samping orang lain, ada pula di depan rumah, di sekolah, di dapur, di ruang makan, dan sebagainya?
Keberadaan Allah itu masalah aqidah. Tidak boleh salah, jika tidak: aqidah kita rusak nanti. Kalau aqidah rusak, bisa berujung pada keyakinan yang salah, pemahaman yang parah, hasilkan: pribadi yang walah.
Jadi, di mana Allah?
Sudah sangat jelas dalam al-Quran. Buat apa mengarang-ngarang jawaban?
"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam." (Q.s. al-A'raf [7]: 54)
Biasakan: kembali dulu pada sumber-sumber yang shahih sebelum menjawab persoalan aqidah. Sebab tidaklah masalah aqidah itu sifatnya pemberitahuan. Sehingga bila tak ada nashnya, kita pun tak punya kewajiban percaya pada jawaban-jawaban melantur itu. Yang tak punya dasar dan kacau itu.
Allahu a'lam.
Asa Mulchias
CEO and Founder AIM!
Author | Editor | Trainer | Motivator |
Follow: Asa_Mulchias. Contact: (021) 41896720
Email: asa.mulchias@gmail.com
Ini Omongan dari Mana?
Di mana Allah?
Entah karena belum pernah dengar atau kemakan kata-kata "Tuhan itu ada di mana-mana", banyak orang menjawab secara filosofis, tapi memaknai secara pasti: demikianlah adanya.
Allah ada di mana-mana?
Maksudnya: Allah ada di samping Anda, Allah ada pula di samping orang lain, ada pula di depan rumah, di sekolah, di dapur, di ruang makan, dan sebagainya?
Keberadaan Allah itu masalah aqidah. Tidak boleh salah, jika tidak: aqidah kita rusak nanti. Kalau aqidah rusak, bisa berujung pada keyakinan yang salah, pemahaman yang parah, hasilkan: pribadi yang walah.
Jadi, di mana Allah?
Sudah sangat jelas dalam al-Quran. Buat apa mengarang-ngarang jawaban?
"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam." (Q.s. al-A'raf [7]: 54)
Biasakan: kembali dulu pada sumber-sumber yang shahih sebelum menjawab persoalan aqidah. Sebab tidaklah masalah aqidah itu sifatnya pemberitahuan. Sehingga bila tak ada nashnya, kita pun tak punya kewajiban percaya pada jawaban-jawaban melantur itu. Yang tak punya dasar dan kacau itu.
Allahu a'lam.
Asa Mulchias
CEO and Founder AIM!
Author | Editor | Trainer | Motivator |
Follow: Asa_Mulchias. Contact: (021) 41896720
Email: asa.mulchias@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar, sekaligus berkenalan... Terima kasih